Fraksi PKB Soroti Efektivitas Belanja Publik dan Dorong Peningkatan Belanja Modal

- Admin

Jumat, 20 Juni 2025 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUANG SUKABUMI – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan sejumlah catatan kritis dalam pandangan umum terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024 dalam rapat paripurna yang digelar Kamis (19/6/2025).

Meski mengapresiasi capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI yang ke-11 kalinya secara berturut-turut, Fraksi PKB menekankan bahwa WTP hanyalah prasyarat teknis, bukan indikator keberhasilan substansial dari pembangunan daerah.

“WTP hanya prasyarat, bukan hasil akhir,” tegas juru bicara Fraksi PKB, Nandar, dalam penyampaiannya di hadapan forum paripurna.

Belanja Operasi Dinilai Terlalu Dominan

Fraksi PKB mencermati realisasi pendapatan daerah sebesar Rp4,65 triliun (98,95%) dan belanja Rp4,57 triliun (96,38%) sebagai capaian yang patut dihargai. Namun, mereka menyoroti dominasi belanja operasi yang mencapai Rp3,48 triliun, jauh di atas belanja modal sebesar Rp385,77 miliar.

Menurut PKB, kondisi tersebut menunjukkan bahwa orientasi pembangunan daerah masih terlalu administratif dan belum sepenuhnya berorientasi pada dampak jangka panjang yang dirasakan masyarakat secara nyata.

> “Proporsi belanja modal harus ditingkatkan, terutama untuk sektor prioritas seperti infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan,” tambah Nandar.

Pengelolaan Dana Desa dan Penguatan Aparatur

Fraksi juga menyoroti alokasi transfer ke desa sebesar Rp686,08 miliar. Mereka menekankan pentingnya pengelolaan dana tersebut secara adil, proporsional, dan sesuai kebutuhan riil desa, serta mendorong penguatan kapasitas aparatur desa agar kesalahan teknis dan administratif tidak terus terulang.

Tindak Lanjut Temuan BPK dan Pengawasan Internal

PKB meminta agar Bupati Sukabumi secara terbuka menyampaikan daftar temuan BPK RI serta progres penyelesaiannya kepada DPRD. Perbaikan terhadap sistem pengendalian internal juga menjadi perhatian utama untuk mencegah penumpukan persoalan di tahun-tahun mendatang.

Raperda Harus Jadi Momentum Evaluatif

Menutup pandangannya, Fraksi PKB berharap pembahasan Raperda tidak sekadar menjadi rutinitas formal tahunan, melainkan dapat menjadi momentum evaluatif atas capaian pembangunan. Mereka menyatakan dukungan terhadap visi pembangunan daerah yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (MUBARAKAH), dengan catatan proses anggaran harus konsisten, partisipatif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.***

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-32, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI
Pemkab dan DPRD Sukabumi Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
Paripurna ke-31 DPRD Sukabumi sahkan APBD Perubahan 2025.
DPRD dan Pemkab Sukabumi Ketok Palu Perubahan APBD 2025
BNN Gelar Tes Urine Mendadak di DPRD Kabupaten Sukabumi, 63 Sampel Dinyatakan Negatif
DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-30, Bahas APBD Perubahan 2025 dan KUA-PPAS 2026
DPRD Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-29, Bahas Pandangan Umum Fraksi Terkait APBD Perubahan 2025
DPRD Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-28, Bahas Perubahan APBD 2025

Berita Terkait

Jumat, 15 Agustus 2025 - 22:14 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-32, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

Jumat, 15 Agustus 2025 - 21:25 WIB

Pemkab dan DPRD Sukabumi Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Kamis, 14 Agustus 2025 - 21:42 WIB

Paripurna ke-31 DPRD Sukabumi sahkan APBD Perubahan 2025.

Senin, 11 Agustus 2025 - 14:17 WIB

BNN Gelar Tes Urine Mendadak di DPRD Kabupaten Sukabumi, 63 Sampel Dinyatakan Negatif

Rabu, 6 Agustus 2025 - 19:30 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-30, Bahas APBD Perubahan 2025 dan KUA-PPAS 2026

Berita Terbaru

Parlemen

Paripurna ke-31 DPRD Sukabumi sahkan APBD Perubahan 2025.

Kamis, 14 Agu 2025 - 21:42 WIB